Bekam Cepat Turunkan Gula Darah, Ini Penjelasan Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang - Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia Yayasan An Nubuwwah

Bekam Cepat Turunkan Gula Darah, Ini Penjelasan Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang

Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia Ilmiah 15 April 2026

Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit kronis yang terus meningkat jumlah penderitanya di seluruh dunia.

Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif, sehingga kadar gula dalam darah meningkat. 

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup, tetapi juga berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan organ, gangguan saraf, hingga penyakit jantung.

Seiring meningkatnya jumlah penderita diabetes, berbagai pendekatan pengobatan terus dikembangkan, tidak hanya secara medis konvensional tetapi juga melalui terapi komplementer. 

Salah satu terapi yang kini banyak diminati adalah bekam atau wet cupping therapy. Sebuah metode pengobatan klasik yang telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai budaya. 

Demikian hasil penelitian medis yang diungkapkan dokter Indri Seta Septadina dan dokter Rizka Fadilah dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang Sumatera Selatan.

Menurut jurnal medis ini, bekam dilakukan dengan menempelkan cangkir khusus pada permukaan kulit untuk menciptakan tekanan negatif (vakum). 

Tekanan ini menyebabkan kulit terangkat dan meningkatkan aliran darah di area tersebut. Di lapangan, terdapat beberapa jenis bekam seperti bekam kering (tanpa sayatan) dan bekam basah. 

Bekam basah dengan goresan atau sayatan kecil untuk mengeluarkan darah dan bekam api yang menggunakan panas untuk menciptakan vakum.

Secara historis, bekam telah dikenal sejak zaman Mesir Kuno sekitar 1550 SM dan juga digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok serta Timur Tengah. 

Dalam berbagai tradisi, bekam dipercaya mampu membantu mengeluarkan “zat berbahaya” dari tubuh serta memperbaiki keseimbangan energi dan sirkulasi darah.

Dalam konteks diabetes, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bekam memiliki potensi sebagai terapi pendamping untuk membantu menurunkan kadar gula darah. 

Salah satu alasan utama adalah efek bekam terhadap peningkatan sirkulasi darah. Saat terjadi vakum pada kulit, pembuluh darah di area tersebut melebar (vasodilatasi) sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. 

Hal ini membantu proses physiological clearance, yaitu pembersihan zat sisa metabolisme dari dalam tubuh.

Selain itu, bekam juga diduga berperan dalam meningkatkan sensitivitas reseptor insulin. 

Pada penderita diabetes, salah satu masalah utama adalah resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. 

Melalui proses bekam, terjadi pelepasan zat-zat tertentu dari jaringan tubuh yang membantu membuka jalur reseptor insulin. 

Sehingga insulin dapat bekerja lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah.

Mekanisme lain yang menjelaskan penurunan gula darah adalah efek bekam terhadap metabolisme di hati dan otot. 

Bekam diyakini membantu mengeluarkan sisa metabolisme dari sirkulasi portal di hati, sehingga fungsi hati dalam mengatur glukosa menjadi lebih optimal. 

Selain itu, peningkatan aliran darah ke otot dapat meningkatkan penggunaan glukosa oleh sel otot sebagai energi, yang secara langsung menurunkan kadar gula dalam darah.

Tidak hanya itu, bekam juga disebut dapat memengaruhi fungsi pankreas, organ yang memproduksi insulin. 

Dengan meningkatnya sirkulasi darah ke pankreas, sel beta yang bertugas menghasilkan insulin mendapatkan suplai nutrisi yang lebih baik. 

Hal ini berpotensi membantu meningkatkan produksi dan regulasi insulin dalam tubuh. Beberapa penelitian klinis sangat mendukung manfaat bekam ini. 

Studi menunjukkan bahwa pasien diabetes tipe 2 yang menjalani kombinasi olahraga aerobik dan bekam basah mengalami penurunan kadar HbA1c yang lebih signifikan. 

Dibandingkan hanya melakukan olahraga saja, penurunan kadar gula darah tidak secepat mereka yang melakukan bekam. 

HbA1c merupakan indikator penting untuk melihat kontrol gula darah dalam jangka panjang.

Penelitian lain juga menemukan bahwa bekam basah dapat memperbaiki gula darah puasa, fungsi ginjal, dan parameter pembuluh darah. 

Hal ini menunjukkan bahwa manfaat bekam tidak hanya terbatas pada penurunan gula darah, tetapi juga berkontribusi pada perbaikan kondisi kesehatan secara keseluruhan. 

Karena itu, terapi bekam harus dilakukan praktisi yang sangat berpengalaman. Dengan pendekatan yang tepat, bekam dapat menjadi salah satu terapi komplementer yang membantu pengelolaan diabetes secara lebih holistik. 

Namun, kunci utama adalah tetap pada pola hidup sehat, bekam yang teratur, dan pemantauan kadar gula darah secara rutin.

Unduh Jurnal: Bekam dan Diabetes

  • Ilmiah
  • Pengobatan
Next article: Bekam Redakan Nyeri Kanker Payudara Ini Penjelasan Ilmiahnya dan Bagaimana Mekanismenya Kerja Bekam Next

Related Articles

Bekam Redakan Nyeri Kanker Payudara Ini Penjelasan Ilmiahnya dan Bagaimana Mekanismenya Kerja Bekam

Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia 04 April 2026

Pendekatan nonobat atau nonfarmakologi terus mendapat perhatian dalam penanganan pasien kanker payudara, khususnya dalam mengurangi nyeri yang kerap dialami pada stadium lanjut.

Read More

Penelitian Ilmiah Ungkap Bekam Goresan Hilangkan Nyeri Tengkuk dan Kesemutan Penderita Kolesterol

Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia 10 March 2026

Terapi bekam (hijamah) dengan cara goresan dinilai memiliki potensi membantu mengurangi keluhan nyeri tengkuk dan kesemutan pada penderita kolesterol tinggi. 

Read More

Manfaat Terapi Bekam untuk Nyeri Neuropatik Kronik

Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia 26 September 2025

Nyeri neuropatik adalah nyeri yang diakibatkan oleh penyakit atau kerusakan pada sistem saraf somatosensorik, bisa mengenai system saraf pusat maupun perifer.

Read More

Copyright ©2026 Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia Yayasan An Nubuwwah


main version